Apakah Benar Kalau Uang Itu Energi dan Jalan Menuju Bahagia??Simak yaaa....

Related image
Banyak orang yang keliru tentang konsep uang. Uang dianggap menjadi keburukan yg wajib  dijauhi. Uang selalu dianggap menjadi asal bencana serta kerusakan dalam seluruh aspek kehidupan sampai tidak layak diperjuangkan buat dimiliki.
Padahal, uang itu energi. Uang itu tenaga. Uang itu satu di antara penumbuh semangat seseorang. Uang menjadi satu dari sekian banyak hal yang memotivasi seseorang buat maju serta berkembang. Uang itu bahan bakar. Uang itu salah satu dari sekian banyak munculnya kebaikan.
Maka salah  paham perihal uang harus dihapus dari muka bumi. Uang harus dimaknai sebagai sesuatu yg netral hingga kita bisa bersemangat mengumpulkan uang untuk melakukan sebanyak mungkin kebaikan.Tak perlu lagi ada yang dipertentangkan antara iman serta uang. sudah tidak ada lagi waktu buat memisahkan antara uang dan taqwa.
Iman dan taqwa bisa menjadi sumber semangat bagi seorang hamba agar berdaya dengan uang. Iman dan taqwa bisa menjadi pagar dan pemandu agar uang dimanfaatkan di jalan-jalan kebaikan. Sebaliknya, uang bisa menjadi sarana efektif agar seorang hamba semakin bagus dan benar iman serta taqwanya.
Uang itu netral. Layaknya pisau yang bisa digunakan untuk memotong sayur dan rempah-rempah atau menusuk orang yang tak berdosa.
Uang satu miliar itu netral. Ia bisa digunakan oleh si kaya nan shalih untuk membangun masjid, mempersiapkan generasi terbaik dari kaum Muslimin, membangun rumah sakit untuk dhu’afa’, mencetak al-Qur’an dan kitab-kitab rujukan lalu dibagikan secara gratis, menggaji guru-guru berkualitas terbaik untuk murid-murid yang cemerlang, dan seterusnya.
Tapi ingat, uang satu miliar itu bisa juga digelontorkan di jalan kemaksiatan dan dosa. Mendanai prostitusi. Memproduksi khamr dan obat-obatan terlarang. Membayar pezina dan menggratiskannya untuk masyarakat. Mendukung pemimpin zhalim naik ke tahta kekuasaan. Diberikan kepada pemimpin redaksi media siar dan cetak agar menyajikan berita yang merusak. Menguasai dunia maya dengan konten-konten maksiat. Dan seterusnya.
Di sini, uang dijadikan sarana pertarungan. Siapa yang kuat, ia yang akan memenangkan laga.Jika kita berkesempatan untuk mendapatkan uang, bukankah kezhaliman jika malah menjauh? Bukankah uang bisa lebih bermanfaat jika berada dalam penguasaan orang-orang baik? Bukankah ketiadaan uang menjadi sebab kekufuran yang nyata di zaman serbamaterialistis ini?
Tapi, uang tak akan berdampak apa-apa tanpa iman dan taqwa. Alih-alih menjadi sebab kebaikan, uang yang tak diatur atas nama iman dan taqwa hanya akan menjerumuskan Anda ke dalam neraka.
Wallahu a’lam.
close